Strategi Membuat Konten yang Relevan: Membuat konten secara rutin belum tentu membuat sebuah bisnis lebih dekat dengan pelanggan. Banyak konten dibuat karena ingin mengikuti tren, mengejar jadwal posting, atau sekadar menjaga akun tetap aktif. Namun, jika isinya tidak sesuai dengan kebutuhan audiens, konten tersebut mudah dilewati.
Di sinilah strategi membuat konten yang relevan menjadi penting. Konten yang relevan bukan hanya konten yang sedang populer. Konten yang relevan adalah konten yang mampu menjawab pertanyaan, kebutuhan, masalah, atau keinginan orang yang menjadi target bisnis.
Ketika audiens merasa, “Ini yang sedang saya cari,” perhatian akan muncul secara lebih alami. Dari perhatian tersebut, bisnis memiliki kesempatan untuk membangun kepercayaan.
Strategi Membuat Konten yang Relevan: Kenali Siapa yang Menjadi Audiens
Sebelum membuat konten, pahami terlebih dahulu siapa yang ingin diajak berkomunikasi.
Setiap audiens memiliki kebutuhan yang berbeda. Konten untuk pemilik bisnis tentu tidak sama dengan konten untuk karyawan, sales, pelanggan umum, atau calon pembeli.
Pemahaman ini akan membantu menentukan topik, bahasa, contoh, dan cara penyampaian yang paling sesuai.
Tidak perlu membuat gambaran audiens yang terlalu rumit. Mulailah dengan memahami pekerjaan mereka, tantangan yang sering dihadapi, pertanyaan yang muncul, serta hasil yang ingin mereka capai.
Semakin jelas audiensnya, semakin mudah menentukan konten yang memang memiliki nilai.

Strategi Membuat Konten yang Relevan: Mulai dari Masalah yang Nyata
Salah satu sumber ide terbaik adalah masalah yang benar-benar dialami pelanggan.
Perhatikan pertanyaan yang sering masuk melalui WhatsApp, komentar media sosial, percakapan dengan sales, atau layanan pelanggan. Pertanyaan tersebut menunjukkan informasi apa yang sedang dibutuhkan audiens.
Misalnya, jika banyak calon pelanggan bertanya bagaimana memilih layanan yang tepat, jangan hanya menjawab satu per satu. Pertanyaan tersebut dapat dikembangkan menjadi artikel, video, carousel, atau konten edukasi.
Dengan begitu, satu masalah dapat memberikan manfaat kepada lebih banyak orang.
Pendekatan berbasis kebutuhan seperti ini sejalan dengan informasi Sinergi Corpora Indonesia yang menekankan pentingnya materi marketing yang dapat disesuaikan dengan case study dan problem yang terjadi di lapangan.
Strategi Membuat Konten yang Relevan: Jangan Terlalu Fokus pada Penjualan
Konten yang relevan tidak selalu harus berakhir dengan penawaran produk.
Ada orang yang baru mengenal brand. Ada yang sedang mencari informasi.
Jika setiap konten hanya berisi ajakan membeli, audiens dapat merasa bahwa mereka sedang terus-menerus ditawari sesuatu.
Berikan ruang untuk edukasi.
Jelaskan masalah yang mereka hadapi. Berikan sudut pandang baru. Bagikan tips yang bisa diterapkan. Setelah kepercayaan terbentuk, penawaran akan terasa lebih natural.
Sinergi Corpora Indonesia juga menempatkan konten edukasi dan komunikasi yang relevan sebagai bagian dari upaya memperkuat branding serta membangun kredibilitas bisnis.
Strategi Membuat Konten yang Relevan: Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Konten yang bagus tidak harus menggunakan bahasa yang rumit.
Justru, semakin mudah dipahami, semakin besar kemungkinan pesan diterima dengan baik.
Hindari penggunaan istilah teknis jika audiens tidak membutuhkannya. Gunakan contoh yang dekat dengan kehidupan atau pekerjaan mereka.
Bayangkan Anda sedang menjelaskan sesuatu kepada pelanggan secara langsung. Gunakan gaya bahasa yang jelas, sopan, dan tidak berlebihan.
Konten yang terasa seperti percakapan biasanya lebih mudah diterima daripada konten yang terlalu kaku.
Strategi Membuat Konten yang Relevan: Berikan Jawaban yang Spesifik
Audiens biasanya tidak membutuhkan jawaban yang terlalu umum.
Jika seseorang bertanya, “Bagaimana cara meningkatkan penjualan?”, jawaban yang hanya mengatakan “tingkatkan promosi” tentu belum banyak membantu.
Konten akan lebih bernilai jika membahas bagian yang lebih spesifik. Misalnya, bagaimana menggali kebutuhan pelanggan, bagaimana menangani keberatan, atau bagaimana membangun hubungan setelah penjualan.
Semakin jelas masalah yang di bahas, semakin mudah audiens memahami manfaat konten tersebut.
Perhatikan Tahap Perjalanan Pelanggan
Tidak semua audiens berada pada tahap yang sama.
Ada yang baru mengetahui brand. Ada yang sedang mencari solusi.
Karena itu, konten sebaiknya tidak hanya membahas satu jenis kebutuhan.
Konten pengenalan dapat membantu audiens memahami masalah. Konten edukasi membantu mereka mencari solus Sementara konten produk membantu mereka memahami pilihan yang tersedia.
Dengan pendekatan ini, konten menjadi bagian dari perjalanan pelanggan, bukan sekadar posting yang berdiri sendiri.
Jadikan Pengalaman Pelanggan sebagai Bahan Konten
Pengalaman pelanggan dapat memberikan banyak ide.
Perhatikan apa yang membuat pelanggan puas, apa yang membuat mereka bingung, serta bagian mana yang sering membutuhkan penjelasan tambahan.
Dari sana, tim marketing dapat menemukan topik yang lebih dekat dengan kondisi nyata.
Misalnya, jika pelanggan sering salah memahami cara menggunakan suatu layanan, buat panduan sederhana. Jika pelanggan sering membandingkan dua pilihan, buat konten yang membantu mereka menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan.
Dengan cara ini, konten tidak di buat berdasarkan asumsi semata.
Gabungkan Edukasi dengan Pengalaman Nyata
Konten edukasi akan terasa lebih kuat ketika memiliki contoh.
Daripada hanya menjelaskan teori, berikan ilustrasi situasi yang mungkin di alami audiens.
Misalnya, ketika membahas pelayanan pelanggan, ceritakan situasi ketika pelanggan menyampaikan keluhan dan bagaimana seharusnya tim merespons.
Contoh membuat pembahasan menjadi lebih mudah di bayangkan.
Pendekatan pembelajaran Sinergi Corpora Indonesia sendiri menekankan praktik, diskusi, studi kasus, dan penerapan di lapangan dalam model workshop atau training.
Jangan Mengejar Tren Tanpa Alasan
Tren memang dapat membantu mendapatkan perhatian.
Namun, tidak semua tren cocok untuk semua bisnis.
Sebelum mengikuti tren, tanyakan apakah topik tersebut memiliki hubungan dengan audiens dan tujuan komunikasi brand.
Jika tidak ada hubungannya, lebih baik membuat konten yang sederhana tetapi bermanfaat.
Konten yang relevan dalam jangka panjang sering kali lebih berharga daripada konten yang ramai sebentar lalu di lupakan.
Konsisten Tidak Berarti Harus Membahas Hal yang Sama
Konsistensi penting dalam membangun komunikasi.
Namun, konsisten bukan berarti mengulang pesan yang sama terus-menerus.
Satu tema dapat di bahas dari banyak sudut.
Misalnya, tema pelayanan pelanggan dapat di kembangkan menjadi komunikasi efektif, cara menangani keluhan, membangun empati, menjaga kecepatan respons, sampai cara menciptakan pengalaman pelanggan yang positif.
Dengan begitu, audiens mendapatkan variasi informasi tetapi tetap mengenali bidang yang menjadi fokus brand.
Evaluasi Respons Audiens
Konten yang relevan perlu terus di evaluasi.
Perhatikan konten mana yang mendapatkan banyak pertanyaan, komentar, penyimpanan, atau percakapan lanjutan.
Namun, jangan hanya melihat jumlah likes.
Komentar seperti “Saya sedang mengalami hal ini” atau pertanyaan lanjutan justru dapat menjadi tanda bahwa konten berhasil menyentuh kebutuhan audiens.
Dari respons tersebut, tim dapat menentukan topik berikutnya.
Dengan demikian, strategi konten menjadi proses belajar yang terus berkembang.
Bangun Konten dari Percakapan
Kadang-kadang ide konten terbaik muncul dari percakapan sederhana.
Seorang sales mungkin mendengar pertanyaan yang sama dari beberapa pelanggan. Customer service mungkin menemukan keluhan yang berulang. Tim marketing mungkin melihat pola tertentu dari komentar media sosial.
Semua itu merupakan sumber informasi.
Karena itu, pembuatan konten sebaiknya tidak hanya menjadi pekerjaan satu orang. Tim sales, customer service, marketing, dan bagian lain dapat ikut memberikan masukan.
Ketika informasi dari berbagai bagian di gabungkan, konten akan memiliki dasar yang lebih kuat.
Peran Coach Dian Saputra dalam Pengembangan Marketing
Coach Dian Saputra sebagai Trainer dan Motivator memiliki fokus pengembangan pada bidang Leadership, Sales, Marketing, Service Excellence, dan soft skill SDM. Sinergi Corpora Indonesia mencatat pengalaman beliau di dunia training sejak 2011, dengan pendekatan yang menekankan pembelajaran yang fun, aplikatif, atraktif, dan solutif.
Dalam konteks marketing, pendekatan tersebut relevan karena strategi yang baik tidak cukup hanya di pahami secara teori. Tim perlu mampu menghubungkannya dengan kondisi pelanggan, masalah bisnis, dan situasi nyata di lapangan.
Hubungkan Konten dengan Tujuan Bisnis
Konten yang relevan tetap perlu memiliki arah.
Tujuannya bukan hanya mendapatkan perhatian, tetapi juga membantu bisnis membangun hubungan dengan audiens.
Ada konten yang bertujuan meningkatkan awareness. Ada yang membangun kepercayaan.
Dengan tujuan yang jelas, tim marketing dapat menentukan informasi yang perlu di sampaikan tanpa membuat konten terasa seperti iklan terus-menerus.
Jadikan Konten sebagai Jembatan
Konten seharusnya menjadi jembatan antara masalah pelanggan dan solusi yang di tawarkan bisnis.
Jika audiens memiliki masalah, konten membantu mereka memahami masalah tersebut.
Jika mereka membutuhkan solusi, konten membantu memberikan pilihan.
Dengan cara seperti ini, konten memiliki fungsi yang lebih besar daripada sekadar memenuhi jadwal media sosial.
Kesimpulan
Strategi membuat konten yang relevan di mulai dari kemampuan memahami audiens.
Kenali masalah mereka. Dengarkan pertanyaan yang sering muncul. Gunakan bahasa yang mudah di pahami. Berikan jawaban yang spesifik dan hubungkan setiap konten dengan kebutuhan nyata.
Tidak perlu selalu mengejar tren atau membuat konten yang rumit.
Konten sederhana yang menjawab masalah nyata sering kali jauh lebih bermakna.
Pada akhirnya, konten yang relevan bukanlah konten yang paling ramai di bicarakan. Konten yang relevan adalah konten yang membuat audiens merasa di pahami dan mendapatkan manfaat setelah membacanya, melihatnya, atau mendengarkannya.

Saatnya Membangun Strategi Konten yang Lebih Relevan
Jika perusahaan ingin meningkatkan kemampuan tim dalam memahami kebutuhan pasar, menyusun strategi marketing, mengembangkan konten edukatif, dan membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan, pengembangan program Marketing Execution dapat di sesuaikan dengan kebutuhan dan studi kasus perusahaan. Sinergi Corpora Indonesia menyediakan program corporate yang dapat di kustomisasi berdasarkan tantangan nyata di lapangan.
Pelajari program dan informasi pengembangan SDM melalui Sinergi Corpora Indonesia atau informasi Coach Dian Saputra melalui info-sinergi.com
Untuk konsultasi kebutuhan training, hubungi WhatsApp 082245009200. Kontak tersebut tercantum pada halaman resmi Sinergi Corpora Indonesia.
