You are currently viewing Cara Menyampaikan Kebijakan yang Tidak Disukai Pelanggan dengan Tetap Empatik
Cara Menyampaikan Kebijakan

Cara Menyampaikan Kebijakan yang Tidak Disukai Pelanggan dengan Tetap Empatik

Cara Menyampaikan Kebijakan – Dalam dunia pelayanan, tidak semua kebijakan perusahaan akan di sukai pelanggan. Ada kalanya perusahaan harus menyampaikan aturan mengenai harga, refund, batas waktu, persyaratan layanan, perubahan prosedur, atau kebijakan lainnya yang mungkin membuat pelanggan kecewa.

Situasi seperti ini sebenarnya bukan hanya soal bagaimana menyampaikan sebuah aturan. Cara perusahaan berkomunikasi dapat menentukan bagaimana pelanggan memandang perusahaan setelah menerima informasi tersebut. Kebijakan yang sama bisa di terima dengan lebih baik ketika di sampaikan dengan bahasa yang jelas, tenang, dan tetap menunjukkan empati.

Berdasarkan materi Service Excellence Sinergi Corpora Indonesia, pelayanan yang baik tidak hanya berkaitan dengan kecepatan dan ketepatan, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan pelanggan, membangun komunikasi yang nyaman, serta memberikan respons yang tepat dalam berbagai situasi.

Cara Menyampaikan Kebijakan

Cara Menyampaikan Kebijakan: Kebijakan Perusahaan Tidak Harus Selalu Menyenangkan Pelanggan

Perusahaan tentu membutuhkan kebijakan agar pelayanan berjalan konsisten. Masalahnya, pelanggan tidak selalu melihat sebuah kebijakan dari sudut pandang perusahaan.

Misalnya, perusahaan memiliki aturan bahwa pembatalan layanan setelah batas waktu tertentu tidak dapat memperoleh pengembalian dana. Bagi perusahaan, aturan tersebut mungkin sudah jelas. Namun bagi pelanggan yang sedang menghadapi masalah, informasi tersebut bisa terasa mengecewakan.

Di sinilah kemampuan komunikasi menjadi penting. Petugas tidak perlu mengubah aturan hanya karena pelanggan kecewa. Yang perlu di lakukan adalah menyampaikan kebijakan dengan tetap menghargai perasaan dan kondisi pelanggan.

Empati dalam pelayanan bukan berarti selalu mengatakan “iya”. Empati berarti menunjukkan bahwa kita memahami situasi pelanggan sebelum memberikan penjelasan atau solusi. Pendekatan seperti ini juga sejalan dengan materi Sinergi Corpora Indonesia yang menempatkan pemahaman terhadap emosi, kebutuhan, dan ekspektasi pelanggan sebagai bagian penting dalam Service Excellence.

Coach Dian Saputra Menjelaskan Pentingnya Empati dalam Service Excellence

Coach Dian Saputra sebagai Trainer/Motivator bidang Service Excellence dan pengembangan SDM menjelaskan bahwa pelayanan yang baik perlu di mulai dari kemampuan memahami manusia sebelum menjalankan prosedur pelayanan. Ketika pelanggan menyampaikan keberatan terhadap sebuah kebijakan, petugas perlu mendengarkan terlebih dahulu, memahami situasinya, kemudian menyampaikan informasi dengan bahasa yang jelas dan tetap profesional. Pendekatan ini membantu menciptakan komunikasi yang lebih nyaman tanpa mengabaikan aturan yang berlaku.

Cara Menyampaikan Kebijakan: Dengarkan Sebelum Menjelaskan

Kesalahan yang sering terjadi ketika menyampaikan kebijakan adalah petugas langsung memberikan jawaban tanpa benar-benar mendengarkan pelanggan.

Kalimat seperti “Itu sudah sesuai aturan perusahaan” mungkin memang benar, tetapi belum tentu membuat pelanggan merasa di hargai.

Sebelum menjelaskan kebijakan, berikan kesempatan kepada pelanggan untuk menyampaikan masalahnya. Dengarkan tanpa memotong pembicaraan. Dengan begitu, petugas dapat memahami apa yang sebenarnya membuat pelanggan keberatan.

Mendengarkan bukan berarti menyetujui semua permintaan pelanggan. Mendengarkan adalah langkah untuk mengetahui situasi sebelum memberikan respons.

Cara Menyampaikan Kebijakan: Gunakan Bahasa yang Menghargai Pelanggan

Setelah memahami masalahnya, sampaikan kebijakan dengan bahasa yang sederhana. Hindari kalimat yang terdengar menyalahkan atau terlalu kaku.

Daripada mengatakan, “Bapak/Ibu tidak bisa mendapatkan refund karena sudah melewati aturan,” akan lebih baik jika di sampaikan dengan pendekatan seperti, “Kami memahami kondisi Bapak/Ibu. Untuk proses refund, memang ada ketentuan batas waktu yang perlu kami ikuti. Namun, kami akan bantu mengecek apakah ada opsi lain yang masih memungkinkan.”

Perbedaannya mungkin terlihat sederhana, tetapi pelanggan mendapatkan dua pesan sekaligus: perusahaan memahami kondisinya dan perusahaan tetap menjalankan aturan.

Cara Menyampaikan Kebijakan: Jelaskan Alasan di Balik Kebijakan

Pelanggan biasanya lebih mudah memahami sebuah kebijakan ketika mereka mengetahui alasan di baliknya.

Karena itu, jangan hanya menyampaikan apa yang tidak bisa di lakukan. Jika memungkinkan, jelaskan mengapa kebijakan tersebut di terapkan.

Penjelasan yang singkat dan transparan dapat mengurangi kesan bahwa perusahaan sedang mencari alasan untuk menolak pelanggan. Komunikasi yang jelas juga membantu membangun kepercayaan.

Sinergi Corpora Indonesia menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan, serta kemampuan memberikan pelayanan yang profesional dalam membangun pengalaman pelanggan yang positif.

Tetap Berikan Solusi yang Memungkinkan

Ketika sebuah permintaan tidak dapat di penuhi, percakapan tidak harus berhenti pada kata “tidak bisa”.

Jika tersedia pilihan lain, sampaikan alternatif tersebut. Misalnya berupa perubahan jadwal, pengajuan ulang, pilihan produk lain, atau bantuan melalui bagian terkait.

Pelanggan mungkin tetap tidak mendapatkan apa yang awalnya mereka inginkan. Namun, mereka akan melihat bahwa perusahaan tetap berusaha membantu.

Inilah salah satu perbedaan antara pelayanan yang sekadar mengikuti prosedur dengan pelayanan yang berorientasi pada pengalaman pelanggan.

Jangan Membalas Emosi dengan Emosi

Pelanggan yang kecewa terkadang berbicara dengan nada tinggi. Dalam kondisi seperti ini, petugas pelayanan perlu menjaga sikap.

Respons yang defensif biasanya membuat situasi semakin panjang. Sebaliknya, tetap tenang, dengarkan, validasi kekhawatiran pelanggan secara wajar, lalu arahkan pembicaraan kepada solusi.

Materi Service Excellence Sinergi Corpora Indonesia juga memasukkan pengelolaan diri dan emosi sebagai bagian dari kemampuan pelayanan. Tujuannya agar petugas tetap profesional ketika menghadapi situasi yang penuh tekanan.

Empati dan Kebijakan Harus Berjalan Bersama

Pelayanan yang empatik bukan berarti perusahaan harus menghapus semua aturan yang tidak di sukai pelanggan. Begitu juga menjalankan kebijakan bukan berarti petugas harus berbicara secara kaku.

Keduanya dapat berjalan bersama.

Perusahaan tetap memiliki aturan sebagai pedoman, sementara petugas memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan aturan tersebut dengan cara yang manusiawi. Ketika pelanggan merasa di dengarkan, di berikan penjelasan yang jelas, dan mendapatkan bantuan yang memungkinkan, pengalaman pelayanan dapat tetap positif meskipun hasil akhirnya tidak sesuai harapan mereka.

Pada akhirnya, pelanggan mungkin tidak selalu mendapatkan apa yang mereka minta. Tetapi mereka tetap bisa mendapatkan pengalaman bahwa perusahaan mendengarkan, menghargai, dan berusaha membantu.

Kesimpulan

Menyampaikan kebijakan yang tidak di sukai pelanggan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menghafal SOP. Di butuhkan empati, komunikasi yang jelas, kemampuan mendengarkan, pengendalian diri, serta orientasi pada solusi.

Mulailah dengan mendengarkan pelanggan, pahami kondisinya, jelaskan kebijakan dengan bahasa yang mudah di pahami, berikan alasan yang relevan, lalu tawarkan alternatif jika memang tersedia.

Service Excellence bukan berarti selalu mengatakan “ya” kepada pelanggan. Service Excellence adalah kemampuan memberikan pelayanan secara profesional sekaligus tetap memperlakukan pelanggan sebagai manusia yang perlu di dengar dan di hargai.

Cara Menyampaikan Kebijakan

Tingkatkan Kemampuan Service Excellence Tim Anda

Ingin membangun tim yang mampu menyampaikan kebijakan, menghadapi komplain, dan berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih profesional dan empatik?

Sinergi Corpora Indonesia menyediakan program pengembangan SDM dan In House Training Service Excellence yang mencakup mindset pelayanan, komunikasi, pemahaman pelanggan, handling complaint, hingga keterampilan pelayanan.

Untuk informasi dan konsultasi program training, hubungi WhatsApp 082245009200.

Pelajari juga informasi dan pengembangan SDM melalui info-sinergi.com serta materi Service Excellence dari sinergicorporaindonesia.com.